|
Sistem dan Pengelolaan Daerah Pesisir |
|
|
|
|
Written by Rizki Noor Hidayat Wijayaź
|
|
|
|
Pengelolaan Daerah Pesisir ini diturunkan dari Penelitian dengan Judul Model Pembaruan Peta Banjir Menggunakan model hidrolis, dengan Data Elevasi Akurasi Tingkat Tinggi dan SIG, serta: River Basin Modelling, and Flood Mitigation an Insurance Aspect Pembatasan Materi dilakukan dengan cara: (1) analisa untuk Kipas Aluvial/Delta dan daerah sekitarnya, dapat dilakukan dengan langkah: Tahap 1. Mengenali dan Memeri Karakteristik Kipas Aluvial, karakteristik ini dapat dikategorikan oleh Komposisi, morphologi dan lokasi. .. Tahap 2. Memetakan Daerah Aktif dan Non-Aktif. Istilah aktif ini jika dalam 100 terjadi perubahan deposit/erosi/atau path yang tidak stabil. Sejarah, analisa fotografis dan foto udara serta informasi geomorfologi seperti yang dipaparkan rekan yang lain akan sangat mendukung untuk kesimpulan ini (aktif dan tidak). Catatan data/sejarah banjir dapat menjadi subyek analisa bagi terjadinya banjir di masa yang akan datang, ini akan sulit dideteksi apabila tidak ada catatan sejarahnya. karena tidak adanya teknik analisis yang jelas untuk membuat proyeksi dari estimasi sebaran spasial inundasinini, maka perlu dilakukan kombinasi komputasi hidrolis dengan interpretasi secara kualitatif fakta geologi berkatian dengan sejarah masa kini dan mensimulai evolusi dari model kanal dan muara dimasa yang akan datang berkatian dengan proses sedimentasinya.. Tahap 3: Mendefinisikan Banjir (dalam kurun waktu yang telah ditentukan tadi) pada daerah yang terpilih (didefinisikan), meliputi Analisa ResikoAnalisa Kipas, dibantu dengan Program KomputerSheetflow AnalysisAnalisa HidrolikAnalisa Menggunakan Data Geomorfologi, Verifikasi kejadian pasca banjirdan sejarahnyaAnalisa Komposit.. |
|
Read more...
|